Termite Control Barrier System




Yaitu metode pengaplikasian chemical secara merata yang menyambung tidak terputus sehingga terbentuk barrier (pembatas) di permukaan tanah atau pondasi yang bertujuan untuk penghalau atau penghalang rayap naik ke atas bangunan.
Barrier System dapat dilakukan untuk bangunan pra atau pasca konstruksi. Perlakuan barrier system sendiri memiliki beberapa cara yang diterapkan sesuai dengan kondisi lapangan, antara lain :

·         Foundation Treatment (Pondasi)
·         Floor Treatment (Permukaan Tanah/lantai)

Penerapan Barrier system sering dimodifikasi dengan penambahan system pipa yang tujuannya untuk memudahkan proses retreatment oleh operator termite control.



NOT RECOMENDED
BlueSolution tidak rekomendasi penerapan system pipa
, dengan beberapa aspek pertimbangan, antara lain :

Ilustrasi


  1. Metode barrier system memerlukan pengaplikasian chemical yang volumenya sama ditiap titik dan menyambung tiap titiknya. Untuk metode pipa tidak dapat menjamin hal tersebut tecapai berdasar pertimbangan di atas. 
  2. Pipa tertanam secara permanen dalam waktu yang lama (tahunan), sangatlah mungkin titik lubang tersumbat oleh material dalam tanah (batu, akar, tanah, dsb), sehingga chemical tidak dapat keluar dan membentuk space yang dapat dilewati rayap. 
  3. Pipa tertanam secara permanen dalam waktu yang lama (tahunan), sangatlah rongga pipa dijadikan sarang dari hama lain (seperti semut) yang pastinya hal ini dapat berakibat tersumbatnya pipa. 
  4. Karena pipa merupakan bejana berhubungan maka akan terdapat sisa chemical pada pipa yang dapat merusak lem sambungan sehingga dimungkinkan sambungan dapat terlepas saat retreatment, akibatnya chemical tidak dapat tersalur ke tiap titik. 
  5. Pipa sangat dimungkinkan dapat pecah atau terputus karena tekanan dari permukaan tanah atau pergerakan tanah, sehingga chemical tidak dapat tersalur ke tiap titik.
          Anda menemukan masalah dengan RAYAP
     
     Hubungi Kami : +6287 85 90 90 912

0 komentar:

Posting Komentar